Orang yang tidur mesti dikejutkan, orang yang lupa mesti diperingatkan. Sesiapa yang tidak pernah mendapat nasihat dan peringatan maka dia sebenarnya telah mati. Peringatan itu begitu bermanfaat buat sesiapa yang menerima dengan hati yang terbuka. Dan tidak diberi peringatan melainkan sesiapa yang segera bertaubat.
Monday
Di sudut pojok ruang hati
Mencari-dan terus mencari
Tanpa tahu apa yang ingin dicari
Hanya bisa merasakan
mencoba mencari kejujuran
Dalam rasa yang terus bergelora tak berkawan
Atas hati yang terus berkinginan
Tak ada angin berhembus
Membuat peluh mengalir menembus
Membawa sebuah kerinduan yang tak bertepi
Selalu hadir dalam hidup sepi
Biar, biarkan aku menata ruang di hati
Karena tak sedikit inginku atas cinta ini
Menggurat membekas di dalam nurani
Terus berbisik dan menyapa meyakini
Bagai gerimis turun malam hari
Menyapu jejak luka
Membangkit memberi pesona
Atas suatu keinginan diri
Seorang yang kusayangi
Terimakasih ku atas semua ini
Kau telah miminjamkan ku sayap
Biar ku coba terus terbang merayap
Mengantarkan ketulusan cinta yang termiliki
Dalam Perenunganku, Mencoba merasakan cinta....
Buatmu insan yang aku sayang...
Aku akan menunggumu...
Walau penungguan itu perit
Aku akan menantimu...
Walau penantian itu sulit
Aku akan setia disisimu...
Walau sekeruh mana pun keadaan melanda kita
Aku akan teguh dihatimu...
Walau kekadang kocakan hidup
Menggoncang hidup kita.
Kerana aku yakini...
Sehebat mana pun dugaan
Pasti kita dapat telusuri bersama
Andai cinta yang terbina hanya kepada Allah sandarannya
Bagiku...
Kaulah insan yang teristimewa
Namamu terpahat di dada
Selepas Allah dan RasulNya...
Aku menanti dan menunggu
Di dalam pepohon rindu
Yang ku nukilkan lewat doa2ku...
Saat Allah satukan kita
Sujud dan tangisku
Akan berarak di dalam syukur
Atas nikmat yang aku dambakan selalu
Kini menjadi milikku...
Terima kasih
Semoga Allah Merahmatimu...
Aamiiin ya Rabb!!!!!
Ilham Muslimah
Aku akan menunggumu...
Walau penungguan itu perit
Aku akan menantimu...
Walau penantian itu sulit
Aku akan setia disisimu...
Walau sekeruh mana pun keadaan melanda kita
Aku akan teguh dihatimu...
Walau kekadang kocakan hidup
Menggoncang hidup kita.
Kerana aku yakini...
Sehebat mana pun dugaan
Pasti kita dapat telusuri bersama
Andai cinta yang terbina hanya kepada Allah sandarannya
Bagiku...
Kaulah insan yang teristimewa
Namamu terpahat di dada
Selepas Allah dan RasulNya...
Aku menanti dan menunggu
Di dalam pepohon rindu
Yang ku nukilkan lewat doa2ku...
Saat Allah satukan kita
Sujud dan tangisku
Akan berarak di dalam syukur
Atas nikmat yang aku dambakan selalu
Kini menjadi milikku...
Terima kasih
Semoga Allah Merahmatimu...
Aamiiin ya Rabb!!!!!
Ilham Muslimah
Friday
HATI YANG PALING INDAH

Sehingga saat ini, saya masih termenung panjang tatkala mengulang baca sebuah sajak yang baru saya siarkan dua hari yang lalu.
CINTA 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk ayah ibumu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu pada suamimu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa peratuskah cintamu untuk anak-anakmu?
Pasti jawapanku 100%.
Andai ada yang bertanya, berapa pula peratus cintamu untuk saudara seakidahmu?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai mereka bertanya, lalu berapa pula peratus cintamu untuk dirimu sendiri?
Pasti jawapanku, 100%.
Andai mereka keliru lantas tertanya-tanya, masakan begitu?
Bukankah setelah dibahagi, cinta itu pasti berkurang peratusannya?
Pasti jawapanku, beserta senyum malu-malu,
Ada satu di dunia ini, walau dibahagi seberapa banyakpun, ia tetapkan sama..
Tidak berkurang walau sedikitpun,
Itulah CINTA…
Anugerah paling berharga dari Yang Maha Esa.
KETIDAKADILAN
Saya akui, dalam melewati pertengahan usia tiga puluhan ini, dari sehari ke sehari kian kerap saya mengimbas pengalaman masa lalu, mengutip pengajaran dari kehidupan, terutama kenangan-kenangan yang pahit dan mencabar. Yang banyak merobek hati dan menitiskan airmata kepedihan.
Walau siapa pun saya, saya tetap seorang manusia biasa yang adakalanya tewas dengan emosi sendiri. Dan saya yakin, tiada seorang pun yang terkecuali dari mengalami situasi ini.
Telah banyak kita membaca, mendengar dan menyaksikan, bagaimana sebahagian orang mencurahkan kasih sayang yang tidak berbelah bagi kepada anak-anak; makan minumnya dijaga rapi, pakaian, permainan, hiburan dan segala yang diinginkan oleh si anak dari kecil hingga menginjak dewasa diberi tanpa banyak soal.
Namun, bila melihat sikap si anak yang bagai melupakan budi orang tua, mereka kecewa. Limpahan kasih mereka kepada si anak dibalas dengan curahan kata-katanya yang menyakitkan, memberontak, tidak mendengar nasihat dan seumpamanya.
Berapa ramai pula para isteri yang meluah masalah, telah melakukan yang terbaik untuk suami tercinta. Memasak makanan kesukaannya, menatahias kediaman mereka agar bersih dan selesa, membasuh dan menyediakan pakaiannya, mengasuh dan mendidik anak-anak sewaktu ketiadaan suami di rumah, berusaha menenangkannya saat suami berhadapan masalah, merawat kesakitannya dan lain-lain khidmat bakti seorang isteri buat suami yang dikasihi.
Namun, bila satu-satu ketika, isteri juga memerlukan perhatian serupa, suami bagaikan tidak perasan, lebih bersikap acuh tak acuh dalam mempamerkan penghargaan. Lalu, isteri makan hati dan merajuk kerana merasa dirinya tidak dihargai dan disayangi.
Demikian seterusnya, suami menjeruk rasa terhadap isteri, rakan sesama rakan, jiran antara jiran, pendakwah terhadap mad’unya, kakitangan bawahan terhadap majikan/pihak atasan mereka dan lain-lain lagi.
Di satu pihak mereka merasa hanya banyak memberi, tetapi tidak terlalu kerap menerima.
Terbit justifikasi, adilkah keadaan sebegini?
KISAH SEKEPING HATI
Suatu ketika, seorang pemuda yang tampan berdiri di tengah-tengah kota dan mendakwa bahawa dia memiliki sekeping hati yang paling cantik. Lalu diangkat hatinya setinggi yang boleh agar kilauan dari hati yang indah itu dapat dilihat oleh orang lain di sekitarnya.
Tersebar bicara kekaguman orang ramai. Sememangnya hati pemuda itu, tiada cacat celanya. Tidak carik walau sedikitpun. Permukaannya licin sempurna. Warnanya juga segar dan menyerlah pesona seorang anak muda.
Pemuda tampan itu mulai merasa bangga dengan pujian yang diterima. Sorakannya semakin kuat mewar-warkan betapa indah sekeping hati yang dimilikinya.
Tiba-tiba, di tengah-tengah keriuhan itu, muncul seorang tua. Langkahnya perlahan menuju ke arah pemuda tampan. Lagaknya, seolah dia mahu membicarakan sesuatu.
“Wahai anak muda, mengapa kulihat hatimu hampir tidak seindah hatiku?” Orang tua tersebut bertanya dalam nada suara yang agak lemah tetapi penuh keyakinan. Orang ramai dan si pemuda mulai berkeliling mengerumuni orang tua.
Mereka mendengar degup yang kuat tercetus dari hatinya, tetapi hati itu dipenuhi luka. Di satu sisi, kelihatan permukaannya bertampal-tampal. Ada potongan hati yang diambil dan potongan yang lain dimasukkan ke dalamnya, tetapi ia kelihatan tidak berpadanan. Pada satu sudut yang lain, terdapat pula beberapa tanda patah. Bahkan, di beberapa tempat, terdapat lubang yang dalam, di mana seluruh bahagian permukaannya telah hilang.
Melihat itu, orang ramai saling berpandangan.
TERTANYA-TANYA
"Bagaimana orang tua ini boleh mengatakan bahawa hatinya lebih indah?" fikir mereka.
Sementara itu, pemuda tampan tertawa.
"Tentu engkau bergurau, wahai orang tua," katanya.
"Kalau dibandingkan hatimu dengan hatiku, apa yang aku ada ini adalah sangat sempurna, sedangkan kepunyaanmu begitu berantakan dengan bekas-bekas luka dan air mata," lanjutnya lagi.
"Ya, memang benar" tukas si tua penuh kesabaran.
"Kepunyaanmu adalah sempurna, namun aku tidak sesekali akan menukarnya dengan hatimu. Andai saja kau lihat wahai anak muda, setiap bekas luka di hatiku ini mewakili setiap seorang yang telah aku berikan cintaku buat mereka. Aku merobek sepotong hatiku dan memberikannya kepada mereka, dan setiap kali itu juga mereka memberiku sepotong dari hati mereka untuk mengisi tempat kosong di hatiku ini, tetapi kerana potongan-potongan itu tidak tepat, lalu menyebabkan ketidaksempurnaannya, bahkan ia kelihatan kasar dan tidak rata.
Namun, aku tetap menghargainya, kerana pemberian mereka mengingatkanku pada cinta yang terbina bersama antara kami. " Panjang lebar bicara orang tua. Si pemuda tampan terpaku mendengar patah katanya.
"Kadang-kadang aku telah memberikan potongan hatiku, tetapi orang yang kuberikan potongan hatiku itu, tidak memberikan kembali sepotong hatinya kepadaku. Inilah yang mengakibatkan wujudnya lubang-lubang ini. Kau tahu wahai anak muda, sesungguhnya memberikan cinta adalah bermakna memberikan peluang dan kesempatan. Walaupun bekas robekan itu menyakitkan, ia akan tetap terbuka lantas mengingatkanku tentang cinta yang masih aku miliki untuk mereka. Dan aku berharap suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lompong-lompong kosong yang sekian lama kutunggu-tunggu agar ia diisi.
Nah, sekarang fahamkah engkau tentang kecantikan sejati? " Si tua mengakhiri kata-katanya.
Pemuda tampan itu terus terdiam. Dia menundukkan kepala dengan air mata mengalir di pipinya. Dia menghampiri orang tua, mengambil hatinya yang sempurna, muda dan cantik itu dan merobek keluar satu potongan darinya. Dia menawarkan potongan tersebut kepada orang tua dengan tangan gementar.
Si tua itu menerima pemberian tersebut lalu meletakkannya pada hatinya dan kemudian mengambil pula sepotong dari bekas luka lama di hatinya dan menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu.
Sungguhpun ia sesuai, tetapi ia tidak sempurna, kerana ada beberapa tanda patahan.
Orang muda itu menatap hatinya yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, lantaran cinta dari hati orang tua itu kini mengalir kepada hatinya. Mereka bergandingan dan berjalan bersama meninggalkan orang ramai terus terpaku dengan peristiwa menginsafkan itu.
HATI YANG PALING INDAH
Saya menangis. Seakan terpancar kefahaman di dalam diri ini bagaimana anjuran ‘mencintai’ yang dimaksudkan oleh junjungan mulia, Muhammad SAW menerusi sabdanya yang bermaksud :
“Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, baginda bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Ia bermaksud, memberi sepenuh hati. 100%. Yang terbaik!
Sebagaimana kita menginginkan yang terbaik buat diri sendiri, begitulah juga sewajarnya yang kita lakukan/berikan kepada orang di sekitar.
Tetapi, dengan satu ingatan. Jangan pula mengharap balasan yang sama, 100% , terhadap apa yang telah diberikan itu, kerana bila pemberian mengharap balasan, maka dibimbangi tiada lagi keikhlasan padanya.
Justeru itu, tidak hairan mengapa Rasulullah SAW diiktiraf oleh ALLAH SWT sebagai semulia-mulia insan. Setelah sekian banyak hinaan, cacian dan penderitaan yang dialami, baginda tetap tampil menyebar salam beserta senyuman.
Tujahan batu-batu, diganti dengan kalungan doa, lemparan najis, diganti dengan untaian budi.
Firman ALLAH SWT :
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Maksudnya : “Dan sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( Surah al Qalam ayat 4 )
Justeru itu, mari bersama kita usahakan, walau kasih tidak dihargai, kita tetap memberi. Walau khidmat tidak dipeduli, kita terus mencurah bakti.
Ingatlah, andai satu ketika kita tidak mengenal erti kehancuran, kita tidak akan pernah tahu apa yang membuatkan kita utuh dan teguh untuk hari-hari seterusnya.
Yakinlah :

ALLAH mahu mendidik kita, DIA ingin mengingatkan kita bahawa tiada cinta yang sempurna selain cinta-NYA, yang hanya dapat dirasakan oleh pemilik hati-hati yang mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa.
Hati yang sering dilukai lalu sembuh setelah dirawat dengan zikir kepada ilahi, adalah hati yang indah, bercahaya dengan kasih dan sayang dari Yang Maha Esa. Walaupun luka masih ada, namun sifat sabar, reda dan bersedia memaafkan menjadi ‘antiseptik’ yang menahan luka itu dari dijangkiti kuman dendam yang membawa derita berpanjangan.
Akhirnya, bersyukurlah andai memiliki hati yang sering dilukai, kerana dengannya kita belajar menjadi seorang yang lebih mengerti, memahami dan menghargai.
Terus memuhasabah diri ini……
Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.
petikan dari catatan Noraslina binti Jusin
Tuesday
Siapakah Qarin
Qarin adalah jin yang dicipta oleh Allah sebagai pendamping manusia. Boleh dikatakan ia sebagai "kembar" manusia. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini pasti ada qarinnya sendiri. Rasulullah s.a.w. sendiri tidak terkecuali. Cuma bezanya, qarin Rasulullah adalah muslim. Manakala yang lainnya adalah kafir.
Pada umumnya qarin yang kafir ini kerjanya mendorong dampingannya membuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan solat, berat nak baca al-Quran dan sebagainya. Malah ia bekerja sekuat tenaga untuk menghalang dampingannya membuat ibadah dan kebaikan.
Untuk mengimbangi usaha qarin ini Allah utuskan malaikat. Ia akan membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak membuat kebaikan. Maka terpulanglah kepada setiap manusia membuat pilihan mengikut pengaruh mana yang lebih kuat. Walau bagaimanapun orang-orang Islam mampu menguasai dan menjadikan pengaruh qarinnya lemah tidak berdaya. Caranya dengan membaca "Bismillah" sebelum melakukan sebarang pekerjaan, banyak berzikir, membaca al-Quran dan taat melaksanakan perintah Allah.
Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas'ud r.a. maksudnya: "Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: "Engkau juga ya Rasulullah." Sabdanya: "Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja." (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Aisyah r.ha. menceritakan bahawa pada suatu malam Rasulullah s.a.w. keluar dari rumahnya (Aisyah), Aisyah berkata: "Aku merasa cemburu." tiba-tiba Baginda berpatah balik dan bertanya: "Wahai Aisyah apa sudah jadi, apakah engkau cemburu?" Aku berkata: "Bagaimana aku tidak cemburu orang yang seumpama engkau ya Rasulullah." Sabda Baginda: "Apakah engkau telah dikuasai oleh syaitan?" Aku bertanya: "Apakah aku ada syaitan?" Sabda Baginda: "Setiap insan ada syaitan, iaitu Qarin." Aku bertanya lagi: "Adakah engkau pun ada syaitan ya Rasulullah?" Jawab Baginda: "Ya, tetapi Allah membantuku sehingga Qarinku telah masuk Islam." (Riwayat Muslim)
Di dalam hadis lain daripada Ibnu Umar r.a., sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Aku dilebihkan daripada Nabi Adam a.s. dengan dua perkara, iaitu pertama syaitanku kafir lalu Allah menolong aku sehingga dia Islam. Kedua, para isteriku membantu akan daku tetapi syaitan Nabi Adam tetap kafir dan isterinya membantu ia membuat kesalahan." (Riwayat Baihaqi)
Ibn Muflih al-Muqaddasi menceritakan: Suatu ketika syaitan yang mendampingi orang beriman, bertemankan syaitan yang mendampingi orang kafir. Syaitan yang mengikuti orang beriman itu kurus, sedangkan yang megikuti orang kafir itu gemuk. Maka ditanya mengapa engkau kurus, "Bagaimana aku tidak kurus, apabila tuanku masuk ke rumah dia berzikir, makan dia ingat Allah, apabila minum pun begitu." Sebaliknya syaitan yang mengikuti orang kafir itu pula berkata: "Aku sentiasa makan bersama dengannya dan begitu juga minum."
Qarin akan berpisah dengan "kembar"nya hanya apabila manusia meninggal dunia. Roh manusia akan ditempatkan di alam barzakh, sedangkan qarin terus hidup kerana lazimnya umur jin adalah panjang. Walau bagaimanapun, apabila tiba hari akhirat nanti maka kedua-duanya akan dihadapkan ke hadapan Allah untuk diadili. Tetapi qarin akan berlepas tangan dan tidak bertanggungjawab atas kesesatan atau kederhakaan manusia.
Saturday
Solat Dhuha, Doa dan cara melaksanakannya
“Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat sembahyang Dhuha.” (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Aisyah r.a menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai lapan rakaat.'' (HR Muslim).
Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadis merekomendasikan hadis ini kedudukannya hasan.
Ruang waktu dan waktu afdal
Read more: http://www.ahmad-sanusi-husain.com/2011/04/solat-dhuha-doa-dan-cara.html#ixzz1ZVh4mHpg
Tuesday
untuk apa lagi
kali ini
perlukah lagi dipertahankan hati
memujuk jiwa yang makin lara
memujuk hati yang makin sedih
oleh sindiran dan cemuhan
lontaran kata yang kian memedih
mengungkit kesilapan silam
dengan ungkapan kebencian
menyamakan diri ini
bagai manusia lain yang tiada hati
yang tiada perasaan
yang hanya pembawa aniaya
mengundang berjuta sengsara.
kali ini
ku semakin tidak mampu lagi
mempertahankan jiwa ini
yang kian dirundung kecewa
pabila segala baikku tiada erti
segala lembutku tiada makna
segala sayangku tiada diperlu
segala kasihku tiada diharap
segala simpatiku seakan sia-sia
mahu apakah lagi
ku buat dan ku lakukan
dalam memperbaiki segalanya
demi pertahankan diriku ini
kerana tiada sedikitpun niat menganiaya
tiada sedikitpun mahu hancurkan
segalanya itu
demi mahu selamatkan
maruah dan harga diri
yang ku jelas nampak
akan teraniaya sekali lagi
ku terpaksa lakukan
biar
kesannya aku menjadi salah
aku menjadi pelaku aniaya
aku menjadi pemusnah
aku menjadi manusia jahat
jahat hati
jahat perasaan
jahat segala-galanya
biarlah
demi aku berjaya halang
mungkin buat seketika
kali ini
apa lagi yang perlu dipertahankan
pada hati yang selamanya kian memedih
untuk mengumpul secangkir bahagia
dalam mempertahankan janji dulu
yang telah diminta dan dirayu
yang dengan itu mengundang cinta
mengundang sayang
mengundang rindu
mengundang setia
mengundang kejujuran
yang kekal abadi
selamanya
yang tidak pernah berubah
yang makin kuat dihati
memendam rasa
mempertahan cinta kasih
kerana bukan mudah
untuk jatuh hati
bukan mudah jatuh sayang
pada siapapun
mengapa perlu dipertahankan lagi
pada diri itu
yang tidak setia
pada janji dan rayunya dulu
tapi
kutetap berharap kembalinya
pada janjinya yang dulu
mahu selamanya bersama diri ini
mahu selamanya jangan pergi
mahu selamanya kekal berkasih
kekal kealam bahagia
kali ini
perlukah aku kekal lagi di sini
menjadi pembantu dan penolong
pada kehidupan itu
yang bantuku tiada dihargai
yang tolongku tidak bernilai
untuk apa
ku masih ada lagi
sedangkan aku hanya manusia hina
ku buat semua demi sayang amat
demi kasih amat
bagai aku yang dulu
tidak sedikitpun berubah
ku lakukan demi berharap
dapat kutebus silapku itu
dapat ku selamatkan cinta suci
kerana sayangku tidak pernah berubah
kasih ku tetap kekal begitu
mengharap bertaut semula
agar hatinya kembali
memadu semula janji yang dulu
setia semula pada hatiku
setia semula pada janji itu.
kali ini
untuk apa lagi diharap
sedang ku sedar diriku tiapa makna
sedang diriku tiada diharga
sedang diriku bukan ditunggu
sedang diriku cuma diperlu
saat kesusahan yang menghimpit
kerana boleh memperoleh senang
terasa benar ku diperguna
sedang aku
terus dianggap pemusnah
pada tidak setianya itu
pada kehidupan baru
yang memedihkan hatiku
yang meminggirkan diriku
yang pedihnya Allah yang tahu.
kali ini
untuk apa lagi
ku pertahankan segalanya
kerana ku sedar ada yang lain
yang sedang ditunggu
yang sedang dinanti
yang tempohnya semakin hampir
yang masanya semakin mendekat
yang nantinya pasti ku sengsara lagi
walau ku sedar perginya ke situ
mengundang sengsara bagai dulu
mengundang derita lebih lagi
biarlah
biarlah itu mahunya
ku tidak berhak menegah lagi
ku tidak berhak menahan
ku tiada berhak apa-apa
aku cuma menjadi pemusnah sahaja
itu katanya
pergilah
pergilah kemana pun semahunya
kerana tidak setia itu
tidak perlu dipertahankan lagi
pergilah ke mana pun
jika itu mengundang bahagia
pada kehidupan akan datang
kali ini
seharusnya aku yang pergi dulu
sebelum tempoh itu mendekat
sebelum saat kecewa ku menghampir
sebelum diriku terus terusir sekali lagi
jika dulu tanpa ku sedar
kini untuk apa kupertahankan
kerana ku sedar aku tiada harga lagi
yang berguna cuma saatnya susah
yang ada harga masanya sengsara
yang kini hidupnya bebas
kini ada yang lain lebih hebat
lebih segalanya bersalut keemasan
kali ini
aku hanyalah penunggu sial
yang mengundang sengsara
berharap agar diri diterima dan dihargai
yang cuma sia-sia
kerana aku bukanlah
yang diterima bagai dulu
bukan juga yang dirayu dulu
bukan juga yang setia pada harapan dulu
aku hanyalah
penanti dan pecacai sahaja
yang menjadi tempat mendapat senang
pada hidupnya yang sering terhimpit
diriku kini
persis umpama banjingan dicelah alam
yang tidak diperlukan di mana-mana.
bila hati tersentuh jiwa meruntuh
adakala hati tersentuh
jiwa semakin rapuh
menahan sendu yang mendatang
menerawang memenuhi ruang
yang kian hari kian usang
dalam sekeping hati
yang tidak berharga
walau diserahkan sepenuh raga
walau dicurah sepenuh rasa
dengan sebuah harapan
bukan mainan seloka
bukan mainan bahasa jiwa
tapi benarnya dirasa
benarnya dikemuka
agar ada rasa
ada sentuhan jiwa
menerima hati itu
menjadi bertaut semula
bagai satu waktu
di kehidupan dulu
adakala
hati tidak lagi diperduli
lontaran kata mengungkit
menyentuh jiwa menjadi pedih
hendak kemana dibawa pergi
hati yang penuh luka
kerana sebuah harapan
menjadi semakin terpinggir
kerana tidak terbuka
hati itu menerima diri
yang selamanya setia
selamanya begitu
tidak berubah
bagai permulaan yang dulu
betulkah diri
dengan pengorbanan ini
mahu menjaga diri
mahu menjaga segalanya
walau tidak pernah dihargai
perlukah dibawa pergi
hati yang sering pedih
meninggalkan diri itu
kerana bagai tiada apa lagi
yang diharap
yang perlu digarap
akan terbina istana indah
yang hati tetap harap
akan berdiri megah
di satu waktu nanti.
perlukah dibawa pergi
diri bersama hati yang sedih
jauh dari segala-galanya
kerana masih terasa lagi
diri diperlu
bila diri itu tidak mampu
meneruskan hidup yang menghimpit
kerana hati sesungguhnya
tidak akan biarkan
diri itu terhina lagi di mana-mana
kerana tidak akan dibiarkan lagi
diri itu mengemis simpati
dari sesiapa jua
kerana diri tetap setia
mempertahan janji dulu
yang tidak akan pergi
meninggalkan diri itu
kerana cinta bukan satu mainan
sayang bukan cubaan
tapi akan kekal utuh
tegar sampai bila pun
walau diri itu pernah pergi
meninggalkan hati punah kecewa
namun hati tetap harap
diri itu kembali
dengan hati yang dulu
ke pangkuan diri
yang kekal begini
perlukah diri terus berdiri
di sini lagi
dengan sebuah harapan
yang entah bagaimana
kerana ucapan diri itu
semakin hari semakin memedih
bagai sudah tiada apa lagi
untuk hati mengharap merintih
terkunci rapat hati itu
menolak diri benci sekali
pada Maha Esa ku berserah
akan aku berishtikarah
moga diri tidak perlu lagi
ada disini dengan satu harapan
yang selamanya tidak diterima
yang selamanya menjadi sia-sia
biar
biarlah diri pergi jauh
kerana tiada apa-apa lagi di sini
untuk ditunggu dan diharap
pada diri yang menanti yang lain
yang menunggu yang lain
yang tiada apa lagi
untuk diri pertahankan
hati tidak mahu punah sekali lagi
andainya diri itu pergi lagi
pada yang ditunggu
tempoh 3 bulan itu
buat diri menjadi sendu
apakah sekali lagi kecewa lagi
biarlah
biarlah diri pergi sebelum itu
moga diri itu bahagia
selamanya hati tidak diharga
biarlah hati pergi dengan lara
moga diri itu pergi ke situ
moga bahagia.
kerana itu dia tunggu.
Friday
Rahsia Jenis Darah Dengan Personaliti Anda
Adakah jenis darah yang mengalir dalam tubuh kita mampu menggambarkan personaliti sebenar diri kita sendiri? Menurut salah sebuah institut di Jepun, kajian yang dilakukan ke atas jenis-jenis darah yang mengalir di dalam tubuh manusia ternyata mampu memberi gambaran terdekat mengenai keperibadian individu itu sendiri. Lets check it out..
DARAH O
Individu yang memiliki jenis darah dari kategori ini disifatkan sebagai individu yang setia, sabar dan sentiasa yakin terhadap keupayaan dan kebolehan diri sendiri. Selain itu individu dari kategori ini juga sering bersifat ingin menjadi ketua walau dalam apa jua perkara yang ingin dilakukan khususnya yang melibatkan kerja-kerja berkumpulan. Sekiranya menginginkan sesuatu, anda akan berusaha untuk mencapai matlamat tersebut walau dalam apa cara sekalipun. Ada kalanya anda dikatakan memiliki sifat cemburu yang agak kuat. Selain itu anda juga terlalu serius dalam persaingan sehinggakan ia mampu memberikan tekanan kepada diri anda sendiri.
Oleh yang demikian anda harus lebih bijak mengawal emosi diri anda agar tidak dikuasai dengan tekanan.
DARAH A
Keharmonian dan keamanan adalah matlamat utama dalam hidup anda. Anda gemar melakukan kerja-kerja secara berkumpulan dan anda juga gemar melibatkan diri dengan berpersatuan. Anda bijak bergaul dengan individu di sekeliling dan ternyata mereka juga sentiasa berasa senang untuk bekerjasama dengan anda.
Sikap sensitif, sabar, dan bertimbang rasa yang ada dalam diri anda itu melambangkan bahawa anda tergolong dalam kategori individu yang memiliki keperibadian penyayang. Walau bagaimanapun ada kalanya anda agak degil dan terlalu kuat bekerja sehinggakan tidak mengendahkan langsung waktu untuk berehat. Anda harus ingat, kesihatan juga perlu diutamakan. Jangan kerana terlalu leka dengan kerja-kerja anda itu, kesihatan diri pula yang terabai.
DARAH B
Sempoi! Itulah ungkapan yang paling rapat dengan anda. Anda lebih selesa dengan kesederhanaan. Dalam perhubungan pula anda adalah individu yang terlalu jujur dan lebih gemar berterus terang dalam apa jua perkara. Dalam melaksanakan sesuatu tugasan yang diberikan, anda lebih gemar melaksanakannya dengan cara anda sendiri. Anda adalah individu yang kreatif dan fleksibel, mudah bagi diri anda untuk meletakkan diri sendiri dalam apa jua situasi mahupun kelompok golongan tertentu.
Anda adalah individu yang bijak bersosial. Namun ada kalanya sikap anda yang gemar berdikari dan tidak gemar meminta bantuan orang lain itu, mampu mendatangkan masalah buat diri anda dan sekali gus memperlihatkan kelemahan pada diri sendiri. Anda harus ingat bahawa, tidak semua perkara kita boleh menyelesaikannya secara bersendirian.
DARAH AB
Tenang dan bijak mengawal emosi, itulah keperibadian yang jelas terpancar dalam diri individu yang tergolong dalam kategori darah berjenis AB ini. Anda juga sentiasa menghormati orang lain dan ini menjadikan individu yang berada di sekeliling anda berasa selesa untuk berdampingan dengan anda. Anda juga memiliki sikap humor semula jadi dalam diri dan sentiasa bersikap menghiburkan dan ceria.
Healthy Useful Info
MOST IMPORTANT INFO NOW:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||













