Friday

DOA-DOA HARIAN

“Mintalah doa kepadaku, nescaya aku akan memperkenankan permintaanmu”.

1. DOA KETIKA HENDAK TIDUR
DOA KETIKA HENDAK TIDUR
2. DOA KETIKA BANGUN TIDUR
DOA KETIKA BANGUN TIDUR
3. DOA KETIKA MEMAKAI PAKAIAN
DOA KETIKA MEMAKAI PAKAIAN
4. DOA KETIKA MEMBUKA PAKAIAN
DOA KETIKA MEMBUKA PAKAIAN
5. DOA KETIKA KELUAR RUMAH
DOA KETIKA KELUAR RUMAH
6. DOA KETIKA MASUK RUMAH
DOA KETIKA MASUK RUMAH
7. DOA KETIKA MASUK TANDAS
DOA KETIKA MASUK TANDAS
8. DOA KETIKA KELUAR DARI TANDAS
DOA KETIKA KELUAR DARI TANDAS
9. DOA APABILA MENDAPAT KHABAR GEMBIRA
DOA APABILA MENDAPAT KHABAR GEMBIRA
10. DOA UNTUK MENGHILANGKAN RASA MARAH
DOA UNTUK MENGHILANGKAN RASA MARAH
11. DOA KETIKA MELIHAT DIRI DI CERMIN
DOA KETIKA MELIHAT DIRI DI CERMIN
12. DOA KETIKA MELIHAT BARANG YANG DISUKAI
DOA KETIKA MELIHAT BARANG YANG DISUKAI
13. DOA KETIKA MANGHADAPI KESUSAHAN TIDUR
DOA KETIKA MANGHADAPI KESUSAHAN TIDUR
14. DOA KETIKA MERASA TAKUT ATAU TERKEJUT
DOA KETIKA MERASA TAKUT ATAU TERKEJUT
15. DOA KETIKA MENGHADAPI KECELAKAAN
DOA KETIKA MENGHADAPI KECELAKAAN
16. DOA KETIKA SUKAR MENYELESAIKAN AKAN SESUATU URUSAN
DOA KETIKA SUKAR MENYELESAIKAN AKAN SESUATU URUSAN
17. DOA KETIKA MENDENGAR AKAN KEMATIAN ATAU KEMALANGAN
DOA KETIKA MENDENGAR AKAN KEMATIAN ATAU KEMALANGAN
18. DOA KETIKA HENDAK MAKAN
DOA KETIKA HENDAK MAKAN
19. DOA KETIKA TERLUPA MEMBACA DOA MAKAN
DOA KETIKA TERLUPA MEMBACA DOA MAKAN
20. DOA SELEPAS MAKAN
DOA SELEPAS MAKAN
21. DOA KETIKA MENGAMBIL AIR WUDHU’
DOA KETIKA MENGAMBIL AIR WUDHU
22. DOA KETIKA MENUNTUT ILMU
DOA KETIKA MENUNTUT ILMU
23. DOA MENGHINDAR DARI AZAB API NERAKA
DOA MENGHINDAR DARI AZAB API NERAKA
24. DOA PARA RASUL DAN PARA MUKMININ
DOA PARA RASUL DAN PARA MUKMININ
25. DOA PENERANG HATI
DOA PENERANG HATI
26. DOA KETIKA KEHILANGAN BARANG
DOA KETIKA KEHILANGAN BARANG
27. DOA ANAK UNTUK KEDUA IBU BAPA
DOA ANAK UNTUK KEDUA IBU BAPA
28. DOA MENGHINDAR DARI SIFAT MALAS
DOA MENGHINDAR DARI SIFAT MALAS
29. DOA MEMOHON KESABARAN
DOA MEMOHON KESABARAN
30. DOA ORANG YANG SEDANG SAKIT
DOA ORANG YANG SEDANG SAKIT
31. DOA MOHON KETETAPAN IMAN
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْألُكَ إِيمَاناً لا يَرْتَدُّ، وَنَعِيماً لا يَنْفَدُ،

وَ مُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

32. DOA TAUBAT
DOA TAUBAT
33. DOA APABILA MELIHAT HUJAN
DOA APABILA MELIHAT HUJAN
34. DOA APABILA MENDENGAR GURUH
DOA APABILA MENDENGAR GURUH
35. DOA DIWAKTU PAGI DAN PETANG
DOA DIWAKTU PAGI DAN PETANG
36. DOA DIKALA MELIHAT LANGIT
DOA DIKALA MELIHAT LANGIT

Thursday

Mengenal ALLAH Melalui Asma Ul Husna

dari Buku Menyingkap Tabir-tabir Ilahi

Prof. DR. M. Quraish Shihab

Manusia betapapun kuasa dan kuatnya pasti suatu ketika mengalami ketakutan, kecemasan dan keperluan. Memang pada saat kekuasaan dan kekuatan itu menyertainya, banyak yang tidak merasakan sedikit keperluan pun, tetapi ketika kekuasaan dan kekuatan meninggalkannya, ia merasa takut atau cemas dan pada saat itu ia memperlukan ‘sesuatu’ yang mampu menghilangkan ketakutan dan kecemasannya itu. Boleh jadi pada tahap awal ia mencari ‘sesuatu’ itu pada makhluk, tetapi jika keperluannya tidak terpenuhi, pastilah pada akhirnya ia akan mencari dan bertemu dengan kekuatan yang berada di luar alam raya. Itulah Tuhan dengan bermacam-macam nama yang disandang-Nya. Dialah yang di yakini dapat memenuhi keperluan manusia, menutupi kekuarangannya, menghilangkan kecemasannya dan sebagainya yang merupakan keperluan makhluk. Apa yang dikemukakan di atas, disahkan oleh Al Quran antara lain dengan firmanNya :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاء إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai umat manusia, kamulah yang sentiasa berhajat kepada Allah dalam segala perkara, sedang Allah Dialah sahaja Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Fathir 35: 15).

Siapa atau Apa Tuhan ?

Jika Anda ingin berinteraksi dengan seseorang, tentulah Anda perlu mengenalnya, siapa dia serta apa nama maupun sifat-sifatnya ? Tuhan yang mencipta, yang diharapkan bantuanNya serta yang kepadaNya bertumpu segala sesuatu, pastilah lebih perlu dikenal.

“Yang melihat/mengenal Tuhan, pada hakekatnya hanya melihatNya melalui wujud yang terhampar di bumi serta yang terbentang di langit. Yang demikian itu adalah penglihatan tidak langsung serta memerlukan pandangan hati yang tajam, akal yang cerdas lagi kalbu yang bersih. Mampukah Anda dengan membaca kumpulan syair seorang penyair, atau mendengar gubahan seorang komposer,.. dengan melihat lukisan pelukis atau pahatan pemahat, - mampukah Anda dengan melihat hasil karya seni mereka, mengenal mereka tanpa melihat mereka secara langsung ? Memang Anda bisa mengenal selayang pandang tentang mereka, bahkan boleh jadi melalui imajinasi, Anda dapat membayangkannya sesuai dengan kemampuan Anda membaca karya seni, namun Anda sendiri pada akhirnya akan sadar bahawa gambaran yang dilukiskan oleh imajinasi Anda menyangkut para seniman itu, adalah bersifat pribadi dan merupakan ekspresi dari perasaan Anda sendiri. Demikian juga yang dialami orang lain yang berhubungan dengan para seniman itu, masing-masing memiliki pandangan pribadi yang berbeda dengan yang lain.

Kalaupun ada yang sama, maka persamaan itu dalam bentuk gambaran umum menyangkut kekaguman dalam berbagai tingkat. Kalau demikian itu adanya dalam memandang seniman melalui karya-karya mereka, maka bagaimana dengan Tuhan, sedang Anda adalah setetes dari ciptaanNya ?” (Abdul Karim Alkhatib, dalam Qadiyat Al-Uluhiyah Bainal Falsafah wad Din).

Kalau Anda masih berkeras untuk mengenalnya maka lakukanlah apa yang dikemukakan di atas tetapi yakinlah bahwa hasilnya akan jauh lebih sedikit dari apa yang Anda peroleh ketika ingin mengenal para seniman itu. Bukankah hasil karya mereka terbatas, itupun belum tentu semuanya dapat Anda jangkau sedang hasil karya Tuhan sedemikian banyak sehingga mana mungkin Anda akan mampu mengenal-Nya walau pengenalan yang serupa dengan pengenalan terhadap seniman-seniman itu.

Sebenarnya jika Anda mahu, ada jalan yang tidak berliku-liku, tidak pula jauh jaraknya. Pandanglah matahari ketika akan terbenam, bentangkanlah mata ke samudera lepas, Anda akan terkagum-kagum oleh keindahan dan keagungannya dan pada akhirnya Anda akan sampai kepada pengenalan Ilahi. Atau ambillah satu makhluk Tuhan Mari mendengar suara wahyu yang menjelaskan :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن

دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ

شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Wahai umat manusia, inilah diberikan satu misal perbandingan maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, selain dari Allah itu, tidak akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat merebutnya kembali dari lalat itu lemahlah yang menyembah, dan yang disembah”. (QS. Al Hajj 22:73).

Apakah setelah ini, Anda masih akan menjawab terus dengan akal fikiran Anda apa dan siapa Tuhan ? Tapi yakinlah bahawa apa yang diinformasikan oleh akal Anda hanya setitis dari samudera. Kalaulah semua hasil pemikiran manusia dikumpul, maka itupun hanya bagaikan sedetik dari waktu yang terbentang ini.

Kerana itu ketika Abu Bakar Ash Shiddiq ditanya “ Bagaimana Engkau mengenal Tuhanmu?” Beliau menjawab “Aku mengenal Tuhan melalui Tuhanku. Seandainya Dia tak ada, Aku tak mengenalNya”. Selanjutnya ketika beliau ditanya, “Bagaimana Anda mengenal-Nya?” Beliau menjawab, “Ketidakmampuan mengenalnya adalah pengenalan”.

Tetapi apakah dengan demikian persoalan telah selesai ? Jelas tidak, kerana kita ingin berinteraksi denganNya, kita tidak hanya ingin patuh, tetapi juga kagum dan cinta. Jika demikian, dibutuhkan proses pengenalan.

Dalam Quran, Allah tidak diperkenalkan sebagai sesuatu yang bersifat materi, kerana jika demikian pastilah ia berbentuk, dan bila berbentuk pasti terbatas dan memerlukan tempat, dan ini menjadikan Dia bukan Tuhan kerana Tuhan tidak memerlukan sesuatu dan tidak pula terbatas. Disisi lain pasti juga bila demikian Dia ada di satu tempat dan tidak ada di tempat lain. Pasti Dia dapat dilihat oleh sebahagian dan tidak terlihat oleh sebahagian yang lain. Semua ini akan mengurangi kebesaran dan keagunganNya, bahkan bertentangan dengan idea tentang Tuhan yang ada dalam benak manusia.

Tapi ini bukan berarti bahwa Al Quran memperkenalkan Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat idea atau immaterial, yang tidak dapat diberi sifat atau digambarkan dalam kenyataan, atau dalam keadaan yang dapat dijangkau akal manusia. Karena jika demikian, bukan saja hati manusia tidak akan tenteram terhadapNya, akalnya pun tidak dapat memahamiNya, sehingga keyakinan tentang wujud dan sifat-sifatNya tidak akan berpengaruh pada sikap dan tingkah laku manusia.

Kerana itu Al Quran menempuh cara pertengahan dalam memperkenalkan Tuhan. Dia, menurut Al Quran antara lain Maha Mendengar, Maha Melihat, Hidup, Berkehendak, Menghidupkan dan Mematikan, dan bersemayam di atas Arsy, Tangan Allah diatas tangan mereka (manusia) bahkan Nabi saw menjelaskan bahawa Dia bergembira, berlari dan sebagainya yang kesemuanya mengantar manusia kepada pengenalan yang dapat terjangkau oleh akal, atau potensi-potensi manusia. Namun demikian ada juga penjelasan Al Quran yang menyatakan bahwa :

البَصِيرُ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ

“Tidak ada yang sesuatupun yang serupa denganNya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. Asy Syura 42:11)

Sehingga, jika demikian ‘apapun yang tergambar dalam benak, atau imajinasi siapa pun tentang Allah maka Allah tidak demikian’. Dengan membaca dan menyedari makna ayat ini, luluh semua gambaran yang dapat dijangkau oleh indra dan imajinasi manusia tentang zat Yang Maha Sempurna itu.

Ali bin Abi Thalib pernah ditanya oleh sahabatnya Zi’lib Al yamani, “Amirul mukminin, apakah engkau pernah melihat Tuhanmu ? Apakah aku menyembah apa yang tidak kulihat ?” , jawab beliau. “Bagaimana engkau melihatNya ?”, “Dia tidak dapat dilihat dengan pandangan mata, tetapi dijangkau oleh akal dengan hakikat keimanan”.

Al Asma’ul Husna

Kalau sifat-sifat baik dan terpuji yang disandang manusia/makhluk seperti hidup, kuasa/mampu, pengetahuan, pendengaran, penglihatan, kemuliaan, kasih sayang, pemurah, perhatian dan sebagainya maka pastilah Yang Maha Kuasa pun memiliki sifat-sifat baik dan terpuji dalam kapasitas dan substansi yang lebih sempurna, kerana jika tidak demikian, apa erti keperluan manusia kepadaNya ?

Terdapat empat ayat yang menggunakan redaksi “Al Asma’ul Husna’, iaitu :

وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي

أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah nama-nama (asmaul husna), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama (asmaul husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf 7:80)

قُلِ ادْعُواْ اللّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الأَسْمَاء

سَبِيلاً الْحُسْنَى وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ

Katakanlah: Serulah nama Allah atau Ar-Rahman, yang mana sahaja kamu serukan; kerana bagi-Nyalah nama-nama yang baik Dan janganlah kamu menyaringkan bacaan solatmu, dan janganlah kamu perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu”. (QS. Al Isra’ 17:110)

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ

مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah Allah yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Hashr 59:24)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى

“Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala nama yang baik.” (QS. Taha 20:8)

Kata Al Asma adalah bentuk jamak dari kata Al-Ism yang biasa diterjemahkan dengan ‘nama’. Ia berakar dari kata assumu yang bererti ketinggian, atau assimah yang bererti tanda. Memang nama merupakan tanda bagi sesuatu, sekaligus harus dijunjung tinggi.

Apakah nama sama dengan yang dinamai, atau tidak, bukan disini tempatnya diuraikan perbezaan pendapat ulama yang berkepanjangan, melelahkan dan menyita tenaga itu. Namun yang jelas bahawa Allah memiliki apa yang dinamaiNya sendiri dengan Al Asma dan bahawa Al Asma itu bersifat husna.

Kata al husna yang bererti terbaik. Penyifatan nama-nama Allah dengan kata yang berbentuk superlatif ini, menunjukkan bahawa nama-nama tersebut bukan saja baik, tetapi juga yang terbaik bila dibandingkan dengan yang baik lainnya, apakah yang baik selainNya itu wajar disandangNya atau tidak.Sifat Pengasih misalnya adalah baik. Ia dapat disandang oleh makhluk/manusia, tetapi kerana bagi Allah nama yang terbaik, maka pastilah sifat kasihNya melebihi sifat kasih makhluk, dalam kapasiti kasih mahupun substansinya. Disisi lain sifat pemberani merupakan sifat yang baik disandang oleh manusia namun sifat ini tidak wajar disandang Allah kerana keberanian mengandung kaitan dalam substansinya dengan jasmani sehingga tidak mungkin disandangkan kepadaNya. Ini berbeza dengan sifat kasih, pemurah, adil dan sebagainya. Kesempurnaan manusia adalah jika ia memiliki keturunan tetapi sifat kesempurnaan manusia ini tidak mungkin pula disandangNya kerana ini mengakibatkan adanya unsur kesamaan Tuhan dengan yang lain, disamping menunjukkan keperluan, sedang hal tersebut mustahil bagiNya.

Demikianlah kata Husna menunjukkan bahawa nama-namaNya adalah nama-nama yang amat sempurna tidak sedikitpun tercemar oleh kekurangan.

Nama/sifat-sifat yang disandangNya itu, terambil dari bahasa manusia, namun kata yang digunakan saat disandang manusia pasti selalu mengandung makna keperluan serta kekurangan, walaupun ada diantaranya yang tidak dapat dipisahkan dari kekurangan tersebut dan ada pula yang dapat dipisahkan. Keberadaan pada satu tempat atau arah, tidak mungkin dapat dipisahkan dari manusia dan dengan demikian ia tidak disandangkan kepada Tuhan, kerana kemustahilan pemisahannya itu. Ini berbeza dengan kata “kuat”. Bagi manusia, kekuatan diperoleh melalui sesuatu yang bersifat materi yakni adanya otot-otot yang berfungsi baik, dalam erti kita memerlukan hal tersebut untuk memiliki kekuatan. Keperluan tersebut tentunya tidak sesuai dengan kebesaran Allah, sehingga sifat kuat buat Tuhan hanya dapat difahami dengan menyingkirkan dari nama/sifat tersebut hal-hal yang mengandung makna kekurangan atau keperluan itu.

ALLAH

Allah adalah nama Tuhan yang paling popular. Para ulama dan pakar bahasa mendiskusikan kata tersebut antara lain apakah ia memiliki akar kata atau tidak. Sekian banyak ulama yang berpendapat bahawa kata “Allah” tidak terambil dari satu akar kata tertentu, tetapi ia adalah nama yang menunjuk kepada zat yang wajib wujudNya, yang menguasai seluruh hidup dan kehidupan dan yang kepadaNya seharusnya seluruh makhluk mengabdi dan bermohon. Tetapi banyak ulama berpendapat bahwa kata “Allah” asalnya adalah “Ilah” yang dibubuhi huruf alif dan lam, dan dengan demikian Allah merupakan nama khusus kerana itu tidak dikenal bentuk jamaknya sedang Ilah adalah nama yang bersifat umum dan yang dapat berbentuk jamak (plural) Alihah. Dalam bahasa Indonesia, keduanya dapat diterjemahkan dengan tuhan, tetapi cara penulisannya dibedakan. Yang bersifat umum ditulis dengan huruf kecil tuhan, dan yang bermakna khusus ditulis dengan huruf Tuhan.

Alif dan lam yang dibubuhkan pada kata Ilah berfungsi menunjukkan bahwa kata yang dibubuhi itu (dalam hal ini kata Ilah) merupakan sesuatu yang telah dikenal dalam benak. Kedua huruf tersebut disini sama dengan The dalam bahasa Inggris. Kedua huruf tambahan itu menjadikan kata yang diletak menjadi ma’rifat atau definite (diketahui/dikenal). Pengguna bahasa Arab mengakui bahwa Tuhan yang dikenal oleh benak mereka adalah Tuhan Pencipta, berbeza dengan tuhan-tuhan alihah (bentuk jamak dari Ilah) yang lain. Selanjutnya dalam perkembangan lebih jauh dan dengan alasan mempermudah, hamzat yang berada antara dua lam yang dibaca (i) pada kata Al Ilah tidak dibaca lagi sehingga berbunyi Allah dan sejak itulah kata ini seakan-akan telah merupakan kata baru yang tidak memiliki akar kata sekaligus sejak itu pula kata Allah menjadi nama khusus bagi Pencipta dan Pengatur Alam raya yang wajib wujudNya.

Sementara ulama berpendapat bahwa kata “Ilah” yang darinya terbentuk kata “Allah”, berakar dari kata Al-Ilahah, Al-Uluhah, dan Al-Uluhiyah yang kesemuanya menurut mereka bermakna ibadah/penyembahan, sehingga “Allah” secara harfiah bermakna Yang Disembah. Ada juga berpendapat bahawa kata tersebut berakar dari kata “alaha” dalam arti mengherankan atau “menakjubkan” karena segala perbuatan/ciptaanNya menakjubkan atau karena bila dibahas hakekatnya akan mengherankan akibat ketidaktahuan makhluk tentang hakekat zat Yang Maha Agung itu. Apapun yang terlintas di dalam benak menyangkut hakekat zat Allah maka Allah tidak demikian.

Ada juga yang berpendapat bahwa kata “Allah” terambil dari akar kata “Aliha Ya’lahu” yang berarti “tenang”, karena hati menjadi tenang bersamaNya, atau dalam arti “menuju” dan “bermohon”, karena harapan seluruh makhluk tertuju kepadaNya dan kepadaNya jua makhluk bermohon.

Memang setiap yang dipertuhan pasti disembah, dan kepadanya tertuju harapan dan permohonan, lagi menakjubkan ciptaannya, tetapi apakah itu berarti bahwa kata “Ilah” dan juga “Allah” secara harfiah bemakna demikian ? Apakah Al Quran menggunakannya untuk makna “yang disembah” ?

Para ulama yang mengartikan Ilah dengan “yang disembah” menegaskan bahwa Ilah adalah segala sesuatu yang disembah, baik penyembahan itu tidak dibenarkan oleh akidah Islam; seperti terhadap matahari, bintang, bulan manusia atau berhala; maupun yang dibenarkan dan diperintahkan oleh Islam, yakni zat yang wajib wujudNya yakni Allah swt. Karena itu, jika seorang Muslim mengucapkan “laa ilaha illa Allah” maka dia telah menafikan segala tuhan kecuali Tuhan yang namaNya, Allah. QS Al A’raf 7:127 yang dibaca ‘wayazaraka wa ilahataka’. Kata (Ilahataka) dalam bacaan ini adalah ganti dari kata Alihataka yang berarti sesembahan dan yang merupakan bacaan yang syah dan populer. Ada juga yang berpendapat Ilah adalah “Pencipta, Pengatur, Penguasa alam raya, yang di dalam genggaman tanganNya segala sesuatu”. Misalnya firman Allah dalam surat Al Anbiya 2:22.

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ

عَمَّا يَصِفُونَ

“Kalau ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain dari Allah, nescaya rosaklah pentadbiran kedua-duanya. Maka Maha suci Allah, Tuhan yang mempunyai Arasy, dari apa yang mereka sifatkan”

Pembuktian kebenaran pernyataan ayat di atas, baru dapat dipahami dengan benar apabila kata Ilah diartikan sebagai Pengatur serta Penguasa Alam Raya yang di dalam genggaman tanganNya segala sesuatu.

Betapapun terjadi perbedaan pendapat itu namun agaknya dapat disepakati bahwa kata “Allah” mempunyai kekhususan yang tidak memiliki oleh kata selainnya; ia adalah kata yang sempurna huruf-hurufnya, sempurna maknanya, serta memiliki kekhususan berkaitan dengan rahasianya,... sehingga sementara ulama menyatakan bahwa kata itulah yang dinamai “ismullah al-a’zam” (nama Allah yang paling mulia), yang bila diucapkan dalam doa, Allah akan mengabulkannya.

Dari segi lafaz terlihat keistimewaannya ketika dihapus huruf-hurufnya. Bacalah kata Allah dengan menghapus huruf awalnya, akan berbunyi Lillah dalam arti milik/bagi Allah; kemudian hapus huruf awal dari kata Lillah itu akan terbaca “Lahu..” dalam arti bagiNya selanjutnya hapus lagi huruf awal dari “lahu” akan terdengar dalam ucapan Hu yang berarti Dia (menunjuk Allah) dan bila inipun dipersingkat akan dapat terdengar suara Ah yang sepintas atau pada lahirnya mengandung makna keluhan tetapi pada hakekatnya adalah seruan permohonan kepada Allah. Karena itu pula sementara ulama berkata bahwa kata “Allah” terucapkan oleh manusia sengaja atau tidak sengaja, suka atau tidak. Itulah salah satu bukti adanya fitrah dalam diri manusia sebagaimana diuraikan pada bagian awal tulisan ini. Al Quran juga menegaskan bahwa sikap orang-orang musyrik ,

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ

أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ

كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ

قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

“Sesungguhnya! jika engkau bertanya kepada mereka: Siapakah yang mencipta langit dan bumi? Sudah tentu mereka akan menjawab: Allah. Katakanlah: Bagaimana fikiran kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah itu? Jika Allah hendak menimpakan aku sesuatu bahaya, dapatkah mereka menghapuskan bahaya-Nya itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, dapatkah mereka menahan rahmatnya itu? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku; kepada-Nyalah hendaknya berserah orang yang mahu berserah diri”. (QS. Azzumar 39:38).

Dari segi makna dapat dikemukakan bahwa kata Allah mencakup segala sifat-sifatNya, bahkan Dialah yang menyandang sifat-sifat tersebut, karena itu jika Anda berkata, “Ya Allah” maka semua nama-nama/sifat-sifatNya telah dicakup oleh kata tersebut. Di sisi lain jika Anda berkata Ar Rahiim (Yang Maha Pengasih) maka sesungguhnya yang Anda maksud adalah Allah demikian juga jika Anda berkata : Al Muntaqim (yang membalas kesalahan) namun kandungan makna Ar Rahiim tidak mencakup pembalasanNya, atau sifat-sifatNya yang lain. Itulah salah satu sebab mengapa dalam syahadat seseorang harus menggunakan kata “Allah” ketika mengucapkan Asyhadu an La Ilaha Illa Allah dan tidak dibenarkan mengganti kata Allah tersebut dengan nama-namaNya yang lain, seperti Asyhadu An La Ilaha illa ArRahman Ar Rahim.

MENANGKIS KEJAHATAN MAKHLUK HALUS RENUNGAN PERANAN JIN DAN SYAITAN


Jin dan syaitan adalah musuh utama bagi manusia. Permusuhan ini telah diistiharkan oleh mereka di dalam Al Quran.

Firman Allah maksudnya::

"Iblis menjawab : Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang-halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur (taat)." (Al-A'raaf 16-17)

Di dalam firman Allah yang bermaksud : Kami datangkan bagi setiap nabi itu syaitan dari kalangan jin dan manusia. Jin adalah satu golongan dan manusia adalah satu golongan yang lain. Kedua-dua golongan ini boleh menjadi syaitan (sifat) yang melakukan kejahatan di atas muka dunia ini. (Al-An'am 112)

MAKNA PERKATAAN JIN

Jin adalah satu nama jenis dan dalam bahasa Inggeris di sebut Ginie - perkataan tunggalnya "Jinny" yang bermaksud yang tersembunyi, yang tertutup atau yang gelap pekat.

ASAL KEJADIAN JIN

Firman Allah maksudnya:
Dan diciptakan jin dari nyalaan api.
(Ar-Rahman 15)

"Al-Maarij"
Bermaksud: Api yang sangat kuat dan sangat panas atau "Al-Lahab" iaitu jilatan api yang sudah bercampur antara satu sama lain iaitu merah, hiam, kuning dan biru.

Sesetengah pendapat: Al-Maarij itu ialah api yang bercampur warnanya dan sama maknanya dengan "As-Samuun" iaitu api yang tidak berasap tetapi sangat tinggi suhu panasnya. Angin Samuun yang telah sebati dengan Al-Maarij itulah Allah jadikan Jaan (jin).

"Dan jin itu kami ciptakan sebelum Adam dari api yang sangat panas."
(Al Hajar 27)

"Allah bertanya; Apakah yang menghalang kamu dari sujud (kepada Adam) apabila aku menyuruh kamu. Lalu iblis berkata, aku lebih baik dari Adam, kau menjadikan aku dari api dan kau menjadikannya (Adam) dari tanah.
(Al A'raf 12)

KEWUJUDAN JIN BUKAN DONGENGAN

"Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tenang sempurnanya(; ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertakwa; Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
(Al Baqarah 2)

Demikian itu wajib kepada setiap muslim berikan dengan perkara ghaib yang tidak boleh sama sekali rasa syak dan tidak mengiktiraf kewujudan perkara ghaib termasuk jin dan syaitan.

Dalil Al Quran

Dan (ingatkanlah peristiwa) semasa Kami menghalakan satu rombongan jin datang kepadamu (wahai Muhammad) untuk mendengar Al-Quran; setelah mereka menghadiri bacaannya, berkatalah (setengahnya kepada yang lain): Diamlah kamu dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya! Kemudian setelah selesai bacaan itu, kembalilah mereka kepada kaumnya (menyiarkan ajaran Al-Quran itu dengan) memberi peringatan dan amaran.
(Al Ah Qaf 29)

Wahai sekalian jin dan manusia! Bukanlah telah datang kepada kamu Rasul-rasul dari kalangan kamu sendiri, yang menyampaikan kepada kamu ayat-ayatKu (perintah-perintahKu) dan yang memberikan amaran kepada kamu tentang pertemuan kamu dengan hari (kiamat) ini? Mereka menjawab: Kami menjadi saksi mengakui akan (kesalahan) diri kami sendiri (mendustakan Rasul-rasul itu) dan (sebabnya ialah) mereka telah diperdayakan oleh (kemewahan) hidup di dunia dan (kerana itulah) mereka menjadi saksi (pada hari akhirat) terhadap diri mereka sendiri: (Bahawa) sesungguhnya mereka adalah orang-oang yang mengingkari (apa yang telah disampaikan oleh Rasul-rasul itu).
(Al An'am 130)

TIDAK DILIHAT BUKAN BUKTI TIDAK WUJUD

Sifat kejadian makhluk ini tidak dapat dilihat dengan mata kasar dan bukan bermakna ianya tidak ada, mari kita meihat satu contoh seperti aliran elektik tidak kelihaan pada wayar namun apabila disentuh ia akan memberikan reaksi, begitu juga dengan angin, udara, bau-bauan dan sebagainya.

SIHIR / PUKAU / SANTAU (PERISAI KEBAL MENGHADAPI ILMU HITAM)


ANGKARA SIHIR DAN KESANNYA

Sihir adalah perbuatan yang berkaitan dengan jin yang menyebabkan perubahan secara mendadak tanpa diketahui sebabnya.

Sihir juga merupakan perantaraan di antara tukang sihir dan syaitan yang mensyaratkan si tukang sihir tersebut agar melakukan perbuatan haram dan syirik di samping menyerahkan segala ketaatan kepadanya demi memperolehi bantuan dan pertolongan yang dihajatkan.

Terdapat pelbagai jenis sihir yang terjadi dalam masyarakat kita, antaranya seperti berikut:

1. SIHIR PEMISAH

Takrif dan pengertiannya:

  • Memutuskan hubungan anak dan ibu.
  • Memutuskan hubungan anak dan ayah.
  • Memutuskan hubungan seseorang dengan saudaranya.
  • Memutuskan hubungan seseorang dengan kawannya.
  • Memutuskan hubungan antara dua rakan kongsi.
  • Memisahkan antara suami dan isterinya.

Tanda-tanda sihir pemisah:

  • Perubahan secara tiba-tiba dari sayang menjadi benci.
  • Berlaku keraguan melampau antara suami isteri.
  • Enggan memohon maaf.
  • Membesar-besarkan perselisihan yang kecil.
  • Suami melihat isterinya berwajah hodoh dan sebaliknya.
  • Benci kepada setiap perbuatan yang dilakukan oleh pasangan.

2. ILMU GUNA-GUNA

Sihir ini juga dikenali sebagai Ilmu Pengasih atau Pemikat.

Tanda-tanda:

  1. Asamara cinta yang keterlaluan.
  2. Berubah secara spontan dari benci kepada suka.
  3. Cenderung melakukan hubungan seksual.
  4. Sukar mengawal cinta.
  5. Rindu bayang yang berlebihan.
  6. Patuh secara membuta tuli tanpa dapat dikawal.
  7. Mimpi bersetubuh dengan orang yang menyihirnya.
  8. Menjadi tumpuan orang ramai walaupun tidak seberapa (kedai).

Sebab-sebab:

  • Timbulnya berbagai-bagai perselisihan antara suami isteri.
  • Mencuba dan ingin tahu.
  • Perasaan cemburu, cemas jika suaminya akan berkahwin lagi.
  • Melakukan aniaya terhadap wanita yang pernah menghampanya.
  • Melariskan peniagaan.
  • Mendapatkan pengikut.

Kesan-kesannya:

  • Adakalanya seorang suami akan menanggung sakit dalam jangka masa yang lama.
  • Adakalanya kesan daripada sihir itu tersasar atau tersalah tuju sehingga suami membenci isterinya. Ini akibat daripada sesetegah tukang sihir yang tidak mahir menggunakan sihir tersebut.
  • Adakalanya seorang isteri mengenakan sihir beberapa kali supaya suaminya hanya sayang kepadanya sehingga menyebabkan suami membenci ibu, saudara mara perempuan dan semua wanita yang ada hubungan kekeluargaan.

SIHIR YANG DIHALALKAN

Berhias dan mencantikkan diri di hadapan suami. Menjaga supaya suaminya tidak melihat sesuatu yang buruk darinya, tidak mencium bau yang tidak enak, selalu senyum manis, berkata baik, lembut, menjaga harta suami, menjaga anak-anak dengan kasih sayang, mentaatinya selagi tidak menyuruh perkara maksiat kepada Allah.

3. SIHIR MEMPERDAYAKAN PANDANGAN (SILAP MATA)

Tukang sihir membawa sesuatu, kemudian mengucapkan jampi-unsur syiriknya dan azimat-azimat kekufuran lalu meminta bantuan syaitan sehingga orang ramai melihat sesuatu itu tidak sebagaimana hakikat sebenar.

Tanda-tanda Hinopsis:

  • Orang melihat benda yang diam seolah-olah bergerak atau sebaliknya.
  • Melihat yang kecil menjadi besar atau sebaliknya.
  • Seperti melihat tali dan tongkat menjadi ular yang bergerak dan merayap ke arah nabi Musa.
  • Seperti kain / api berubah menjadi burung.

4. SIHIR YANG MEMBUAT GILA

Tanda-anda Sihir Gila:

  • Binggung dan lupa sesuatu.
  • Kacau dalam perbicaraan.
  • Mata kuyu (moyok).
  • Tidak boleh tenang di satu tempat.
  • Tidak boleh tetap melakukan pekerjaan tertentu.
  • Tidak mengambil berat tentang penampilan (selekeh).
  • Sampai kesatu tahap ia tidak sedar dirinya sedang berjalan dan tidur di tempat-tempat sunyi.

5. SIHIR MEMBUAT ORANG TIDAK BERMAYA

Tanda-Tanda:

  • Suka berseorangan / menyendiri.
  • Tidak bercakap / pendiam.
  • Tidak suka berjumpa orang.
  • Fikiran meracau / terganggu.
  • Selalu pening.
  • Selalu lesu dan tidak bermaya.
  • Hilang semangat apabila tiba di tempa kerja.

6. SIHIR MENDENGAR PANGGILAN

Tanda-tandanya:

  • Selalu mengalami mimpi ngeri.
  • Bermimpi mendengar orang memanggil nama.
  • Mendengar suara-suara yang bercakap kepadanya dalam keadaan jaga tidak melihat orangnya.
  • Selalu was-was.
  • Selalu syak wasangka terhadap teman dan orang-orang yang mencintainya.
  • Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat tinggi.
  • Mimpi melihat haiwan yang mengejarnya.

Bagaimana Sihir Ini Dilakukan?

Tukang sihir mengirimkan jin yang diberikan tugasnya untuk mengganggu mangsa pada waktu tidur dan jaga, kemudian jin itu menampakkan dalam diri dalam tidur berupa berbagai-bagai haiwan buas yang mengancamnya atau memanggilnya, ketika jaga mangsa mendengar suara seseorang yang dikenalinya atau mangsa mendengar suara-suara aneh.

7. SIHIR MEMBUAT PENYAKIT

Tanda-tandanya:

  • Selalu sakit pada salah satu anggota badan.
  • Saraf tersumbat.
  • Lumpuh salah satu anggota tubuh.
  • Tidak berfungsi salah satu pancaindera.
  • Lumpuh keseluruhan badan.

Bagaimana Berlakunya Sihir ini?

Jin akan ditugaskan menetap di otak, benar-benar di tempat yang dikehendaki tukang sihir seperti di pusat pendengaran, penglihatan dan sebagainya. Ketika itu, aggota tubuh mangsa berada di antara 3 keadaan:

  1. Menghalang isyarat-isyarat / arahan otak sampai kepada anggota tubuh sehingga anggota tubuh tidak berfungsi menyebabkan mangsa menjadi bisu, buta, tuli dan lumpuh.
  2. Membiarkan tubuh berfungsi dan kadangkala menghalangnya daripada berfungsi.
  3. Membiarkan otak memberikan isyarat melampau dan cepat anggota tubuh mangsa menjadi kaku dan tidak bergerak walaupun tidak sampai ketahap lumpuh.

8. SIHIR PENDARAHAN

Sihir ini hanya berlaku kepada wanita. Jin itu diberikan tugas untuk mengeluarkan darah, di mana jin akan berjalan bersama-sama aliran darah. Sabda Rasullullah (s.a.w.): "Syaitan berjalan dalam tubuh manusia melalui peredaran darah".

Pengertian Pendarahan

Dikenali oleh ahli feqah sebagai darah istihadah dan dikalangan doktor biasanya disebut pendarahan. Kemungkinan pendarahan ini berlangsung hingga beberapa bulan tidak kira sedikit atau banyak.

9. SIHIR MENAHAN PERNIKAHAN

Tanda-tandanya:

  • Pening kepala yang berterusan, sekalipun diberikan ubat oleh doktor.
  • Sesak di dada terutamanya selepas asar hingga tengah malam.
  • Melihat pelamar bermuka hodoh.
  • Banyak berfikir (fikiran melayang)
  • Selalu gelisah waktu tidur.
  • Selalu rasa sakit di perut.
  • Rasa sakit di tulang punggung bahagian bawah.

Cara berlakunya Sihir ini

Jin akan ditugaskan melakukan satu di antara dua:

  • Masuk ke dalam tubuh wanita menyebabkan dia benci kepada setiap calon suami yang melamarnya.
  • Jin menukarkan wajah lelaki yang ingin melamarnya berwajah buruk.

SIHIR PUKAU

TANDA-TANDA TERKENA SIHIR PUKAU:

  • Melihat sesuatu tidak sebagai sebenarnya seperti melihat benda kecil menjadi besar atau sebaliknya.
  • Melihat wajah yang cantik menjadi buruk atau sebaliknya.
  • Menjadi bingung, tidak boleh bercakap dan menuruti permintaan seseorang walaupun tidak dengan kerelaan hati.
  • Tidak sedar akan diri sendiri walaupun ditanya sesuatu yang berkaitan tentang dirinya
  • Rasa mengantuk yang terlalu luar biasa.
  • Rasa begitu tertekan sehingga fikiran menjadi buntu.
  • Rasa benci terhadap orang yang patut disayangi seperti suami isteri.
  • Rasa kasih yang keterlaluan terhadap seseorang.
  • Berjalan menuju ke suatu tempat dalam keadaan tidak sedar atau ketika tidur.

PUKAU BOLEH BERLAKU MELALUI:

  • Hembusan asap rokok.
  • Tenungan mata.
  • Perbualan.
  • Minuman
  • Handphone (percakapan dan sms).
  • Membuang najis dan membuang pakaian buruk di hadapan rumah.

PUNCA SIHIR:

  • Masalah perniagaan seperti berkedai, berjaja, kontraktor dan sebagainya.
  • Putus pertunangan.
  • Masalah pertunangan yang tidak ditunaikan.
  • Rebutan pangkat kedudukan dalam masyarakat.
  • Rebutan harta pusaka.
  • Irihati dengan jiran-jiran sebelah.
  • Cemburu, jahat sangka dan seumpamanya.
  • Mencuba kehebatan ilmu.
  • Mendapatkan keuntungan duniawi.

MELINDUNGI DIRI DARIPADA GANGGUAN DAN SIHIR:

  • Sentiasa berzikir dengan zikir yang diwariskan oleh naib s.a.w.
  • Menyebut nama Allah dalam setiap pekerjaan.
  • Menyebut nama Allah setiap kali masuk ke dalam tempat gelap.
  • Jangan menyakiti binatang seperti anjing dan kucing.
  • Jangan tidur bersendirian, jika terpaksa berwuduklah dan membaca doa sebelum tidur.
  • Jangan membuang air kecil ke mana-mana lubang atau takungan air.
  • Jangan membunuh ular yang masuk kedalam rumah sesewang-wenangnya.
  • Jangan mendedahkan aurat kasar didalam rumah dan jangan selalu bersolek dan berhias kerana timbul rasa ghairah jin jantan terhadap wanita itu.
  • Jangan membuang benda berat tanpa menyebut nama Allah.

GANGGUAN MAKHLUK HALUS


FAKTOR-FAKTOR GANGGUAN

A) Berpunca Daripada Jin

  • Jin yang jatuh cinta kepada manusia dan ingin bersahabat.
  • Jin yang sengaja ingin menzalimi manusia.
  • Dengki dan hasad kepada manusia yang diberi kelebihan oleh Allah.
  • Balas dendam kerana kematian keturunannya sama ada sengaja atau tidak sengaja seperti membunuh ular dan binatang jelmaan jin.
  • Benci kepada manusia yang taat dan yang mempelajari agama.
  • Jin juga mengamalkan sihir dan pakar tentang sihir.

B) Berpunca Daripada Manusia

  • Kecuaian manusia seperti menyiram air panas ke dalam lubang kecil, mangkuk tandas dan menganggu tempat kediaman mereka walaupun tidak sengaja.
  • Mencampakkan benda berat tanpa membaca bismillah.
  • Bersama isteri tanpa menyebut nama Allah.
  • Perempuan yang mendedahkan aurat dan suka berhias menyebabkan jin terpikat dan jatuh cinta.
  • Tidak beradab semasa berada di dalam hutan dan tempat-tempat sunyi.
  • Tukang sihir berkerjasama dengan jin dalam melaksanakan permintaan seseorang yang hasad dengki.
  • Sikap manusia yang takkabur dan mencabar.
  • Keadaan manusia yang tidak terkawal memudahkan jin merasuk:

    1. Terlalu marah.
    2. Terlalu takut.
    3. Nafsu syahawat yang tinggi.
    4. Manusia yang lalai.
    5. Jahil

  • Mengamalkan sihir dan amalan-amalan yang salah seperti silat yang berkait dengan jin sehingga memakan diri.
  • Kesanggupan menerima jin (saka) menyebabkan anak-anak dan cucu menjadi mangsa.

TANDA-TANDA GANGGUAN

a) Tanda-Tanda Ketika Tidur:

  • Susah tidur malam kecuali setelah bersusah payah.
  • Mudah terjaga pada waktu malam dalam keadaan takut.
  • Mimpi melihat sesuatu yang menghimpitnya lalu ia meminta pertolongan tetapi tidak berdaya.
  • Mimpi buruk yang menakutkan.
  • Mimpi melihat binatang seperti kucing, anjing, unta, ular, serigala, singa, tikus dan sebagainya.
  • Ketawa, menangis dan menjerit-jerit ketika tidur.
  • Bunyi gigi begetar/berlaga ketika tidur.
  • Mimpi jatuh dari tempat tinggi.
  • Berdiri dan berjalan ketika tidur.
  • Bermimpi berada di tempat yang sunyi.
  • Bermimpi berada di kawasan kotor, tempat sampah dan kawasan perkuburan.
  • Mimpi melihat makhluk halus.
  • Mimpi melihat salib atau gereja.
  • Mimpi bertemu paderi atau berada di tempat ibadah mereka.
  • Mimpi melihat budak kecil. Berjaga-jaga kalau bermimpi menyusui budak kecil dan kita merasakan terlalu sayang kepadanya.
  • Mimpi benda tajam dan miang seperti pisau, paku, miang buluh dan sebagainya (tanda santau).

b) Tanda-tanda Ketiga Jaga:

  • Sering lalai daripada mengingati Allah s.w.t.
  • Hilang ingatan (Gila).
  • Hilang semangat apabila sampai ketempat kerja.
  • Lesu dan malas.
  • Sesak nafas apabila masuk waktu asar hingga ke malam.
  • Rasa sakit pada sebahagian anggota badan.
  • Sakit di bahagian belakang badan terutamanya tulang belakang.
  • Lenguh sendi-sendi.
  • Melihat sesuatu yang pelik.
  • Ketumbuhan yang sukar diubati (kanser).
  • Terasa seolah-olah memijak telur atau batu dibahagian tapak kaki.
  • Mudah panik bila berhadapan dengan masalah.
  • Jiwa lemah dan mudah mengalah.
  • Selalu mengantuk.
  • Sering pening dan perubatan moden tidak dapat mengesan penyakit tersebut
  • Mudah marah dan panas baran.
  • Hilang darah.
  • Agresif dan bertindak liar.

GANGGUAN JIN DAN SIHIR

PENGERTIAN SIHIR MENURUT BAHASA ARAB

Telah berkata al-Laith :" sihir ialah amalan untuk mendekatkan diri dengan syaitan dan meminta pertolongannya".

Berkata al-Azhari :"Sihir berasal daripada memesongkan sesuatu dari hakikatnya kepada sesuatu yang lain"

Berkata Ibnu Manzur : " Tukang sihir menampakkan sesuatu yang bathil itu benar dan mengubah sesuatu daripada hakikatnya.Sesungguhnya tukang sihir telah mengubah sesuatu daripada bentuknya yang asal"

Telah meriwayat Syamr daripada Ibnu A'isyah : " Orang-orang arab menamakan sihir itu sihir adalah kerana sihir boleh mengubah kesihatan seseorang daripada sihat kepada sakit"

Berkata Ibnu Faris tentang sihir :" telah berpendapat satu kaum arab bahawa sihir ialah menampakkan sesuatu yang bathil dalam bentuk kebenaran".

Dalam Mu'jam al-Wasith menyebutkan bahawa sihir itu ialah :"sesuatu yang lembut (tersembunyi)"

Telah berkata pengarang Muhith al-Muhith :"sihir ialah menampakkan sesuatu itu dalam bentuk yang baik pada pandangan manusia sehingga menjadi fitnah"

SIHIR MENURUT ISTILAH SYARAK

Telah berkata Fakhruddin al-Razi :"sihir menurut uruf syarak ialah setiap perkara yang tidak di ketahui sebabnya dan pandangan terhadap sesuatu itu tidak seperti hakikatnya ia ialah sesuatu yang mengelirukan dan penipuan."

Telah berkata Ibnu Qudamah al-Maqdisi :"sihir ialah terdiri daripada ikatan (halang dari persetubuhan ), jampi-jampi,ucapan tertentu atau dalam bentuk tulisan, amalan sesuatu yang boleh memberi kesan kepada orang yang disihir pada hati dan akalnya tanpa menyentuhnya.Sihir boleh membunuh, mendatangkan penyakit, suami tidak boleh menggauli isterinya, berlakunya perceraian, menimbulkan kebencian, menyemarakkan cinta dan syahwat".

Telah berkata Ibnu Qayyim :"Sihir ialah berpunca daripada kesan campurtangan ruh-ruh yang jahat (jin&syaitan)."

CARA BOMOH@TUKANG SIHIR BERSAHABAT DENGAN SYAITAN DAN JIN

Terdapat berbagai cara yang diamalkan oleh bomoh dan tukang sihir untuk mendapatkan khidmat syaitan dan jin dalam perubatan atau untuk melakukan sihir terhadap seseorang.Kaedah yang digunakan adalah berbeza mengikut susur galur perguruan yang diterima oleh seseorang bomoh atau tukang sihir.Apa yang pastinya adalah, untuk melakukan sesuatu perbuatan sihir,bomoh atau tukang sihir tersebut perlu melakukan sesuatu amalan dan upacara tertentu yang bercanggah dengan syariat islam.Antaranya ialah menjadikan mus'haf al-Qur'an sebagai alas kaki untuk masuk ketandas, menulis ayat-ayat suci al-Qur'an dengan najis, menulis ayat-ayat suci al-Qur'an dengan menggunakan darah haid sebagai dakwat, menulis atau mengamalkan sesuatu surah secara terbalik seperti membaca surah al-fatihah dan al-ikhlas secara songsang, solat tanpa wudhuk, tidak mandi hadas, membuat sembelihan tanpa menyebut nama Allah dan bersemah untuk syaitan atau tok keramat, menyembah bintang-bintang, rogol atau sumbang mahram dan ada pula yang menulis mentera-mentera yang tidak diketahui maknanya dengan lafaz-lafaz yang mengandungi unsur-unsur syirik terhadap Allah s.w.t.

Disini kita dapat faham bahawa jin dan syaitan tidak akan membantu para bomoh atau tukang sihir kecuali ada persetujuan kedua-dua pihak dari sudut imbalan.Bomoh dan tukang sihir perlu melakukan sesuatu yang ditegah syarak sebagai imbalan @upah atas kerja yang dibuat oleh golongan jin dan syaitan.Semakin kufur bomoh tersebut maka semakin taatlah syaitan kepadanya.Jika tukang sihir tidak melaksanakan tuntutan syaitan ini maka syaitan tersebut juga tidak akan bersedia untuk menjadi khadamnya.Oleh itu tukang sihir dan syaitan adalah dua sahabat karib dalam melaksanakan sihir.

Jika anda perhatikan dengan mata hati yang ikhlas kepada Allah, maka anda akan dapati dengan jelas wajah kekufuran tukang sihir seperti mendung hitam.

Jika anda kenali tukang sihir dengan lebih dekat maka anda dapati kehidupan mereka amat hina sekali, mereka tidak ada kelapangan jiwa, hidup tidak tentu arah, mereka sentiasa cemas dan tidak tenteram.Disamping sahabat-sahabat mereka dari kalangan syaitan sering mengganggu dan menyakiti anak-anak mereka.

Benarlah firman Allah s.w.t :

124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

TANDA-TANDA PADA WAKTU TIDUR

  • Sangat susah tidur pada waktu malam, kalaupun dapat tidur sudah lama bersusah payah.
  • Rasa cemas dan sering terbangun pada waktu malam.
  • Mimpi yang buruk atau mimpi melihat sesuatu yang menakutkan serta ingin memekik untuk meminta pertolongan akan tetapi tidak sanggup.
  • Mimpi yang sangat menyeramkan.
  • Mimpi melihat berbagai macam binatang seperti melihat kuching, anjing, unta, ular, singa, lembu, kerbau, gajah, kambing, serigala atau tikus dll.
  • Gigi geraham yang berbunyi pada waktu tidur.
  • Tertawa, menangis atau memekik pada waktu tidur.
  • Berperasaan sedih pada saat tidur.
  • Berdiri serta berjalan ketika tidur tanpa sedar.
  • Mimpi seolah-olah akan jatuh dari tempat yang tinggi.
  • Mimpi sedang berada di kuburan, ditempat pembuangan sampah atau tempat yang mengerikan.
  • Bermimpi melihat orang sangat aneh, seperti sangat tinggi, sangat pendek atau sangat hitam.
  • Bermimpi melihat hantu.

TANDA-TANDA PADA WAKTU SEDAR ATAU JAGA

  • Kepala selalu pusing, yang tidak disebabkan oleh penyakit pada dua mata, telinga, hidung, gigi, tekak atau perut.
  • Selalu lupa dari zikir Allah, solat dan ketaatan lainnya.
  • Fikiran yang kacau / Selalu lesu dan malas / Saraf yang tersumbat.
  • Rasa sakit pada salah satu anggota badan sedangkan doktor perubatan tidak sanggup mengubatinya.

CONTOH LAIN-LAIN GANGGUAN JIN


  • Gangguan sepenuhnya, iaitu jin mengganggu seluruh badan seperti orang yang mengalami berbagai macam saraf yang tersumbat.
  • Gangguan tidak secara keseluruhan, iaitu jin mengganggu salah satu dari anggota badan, seperti tangan, kaki atau lidah.
  • Gangguan yang berterusan, iaitu jin terus berada dalam tubuh seseorang sehingga memakan waktu yang sangat lama.
  • Gangguan seketika, iaitu tidak lebih dari beberapa detik seperti seseorang yang mengalami mimpi buruk.

DIANTARA PENYEBAB GANGGUAN JIN :


  • Jin lelaki kadangkala jatuh cinta kepada orang perempuan dan kadangkala jin perempuan jatuh cinta kepada orang lelaki.
  • Kerana kezaliman manusia terhadap mereka, seperti menumpahkan air panas atau menimpakan sesuatu barang dari tempat yang tinggi.
  • Kezaliman yang dilakukan oleh makhluk jin kepada manusia tanpa sesuatu sebab tertentu. Yang berhubungan dengan prekara ini jin tidak akan dapat menganggu manusia kecuali manusia itu dalam keadaan : Sangat marah, Sangat takut, Sangat lalai dan Mempunyai nafsu syahwat yang tinggi.


SEBAB MASUKNYA JIN KE DALAM JASAD MANUSIA

Kadang-kadang terjadinya gangguan jin kepada manusia adalah dikeranakan syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, keadaan ini sama seperti yang dialami manusia. Ada pula kadangkala manusia dan jin melakukan perkahwinan serta mempunyai anak. Perkara yang demikian banyak terjadi dan banyak pula ulama' yang membicarakannya.

Berlakunya perkara tersebut adalah disebabkan kebencian atau pembalasan oleh kerana ia disakiti sebahagian manusia, atau makhluk jin ini menyangka bahawa sebahagian manusia sengaja menyakitinya dengan cara mengencingi mereka, menumpahkan air panas, atau membunuh mereka, padahal manusia tidak mengetahuinya. Dikalangan makhluk jin juga ada yang bodoh, ada yang zalim, sehingga mereka menjatuhkan hukuman dengan cara yang tidak patut, keadaan ini sebagaimana juga yang kita jumpai dalam kehidupan manusia yang bodoh.

Jika keadaan tersebut terjadi, perbuatan yang demikian itu adalah merupakan perbuatan yang keji dan dilarang oleh Allah SWT. Justeru itu perkara ini haruslah dijelaskan kepada jin tersebut dengan mengatakan bahawa perbuatan mereka itu dalah perbuatan keji yang diharamkan. Penjelasan seperti ini perlu dijelaskan kepada mereka supaya mereka tahu bahawa pada diri mereka akan berlaku hukuman Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada semua makhluk manusia dan makhluk jin.

Kepada mereka juga harus dijelaskan, bahawa manusia tersebut tidak mengetahui dan tidak sengaja menyakiti mereka sehingga tidak patut untuk dihukum. Jika mereka melakukan hal itu di rumah atau di kerajaan mereka maka mereka dibolehkan atau bebas bertindak. Sedangkan mereka tidak mempunyai hak untuk tinggal di tempat kediaman manusia tanpa izin dari mereka, mereka hanya berhak tinggal di tempat-tempat kosong yang bukan menjadi tempat tinggal manusia.


CARA JIN MASUK KE DALAM JASAD MANUSIA

Jin adalah sejenis makhluk berwujud udara sedangkan manusia memiliki lubang bulu roma, kerana itulah dia dapat masuk ke dalam tubuh manusia dari bahagian manapun juga. Makhluk jin diciptakan dari zat yang sejenis udara sebagaimana firman Allah : Ertinya,"Dan Allah menciptakan jin dari api yang menyala". ( Ar-Rahman: 15 ) Dalam hal ini Ibn Abbas berkata: Iaitu dari hujung nyalanya api, sedangkan hujung nyalanya api adalah merupakan udara panas yang keluar dari api.

Ketika jin masuk ke dalam tubuh manusia, makhluk ini langsung menuju ke otak, melalui otak ini dia dapat mempengaruhi bahagian mana saja yang dia sukai dari tubuh manusia. Para doktor perubatan telah mengkaji dan membuktikan bahawa orang yang terkena penyakit kerasukan jin memiliki gelombang otak yang sangat halus dan sangat aneh yang ada di dalam otaknya. Ditambah lagi dengan keterangan dari orang yang ahli tentang cara pengubatan orang yang kerasukan jin, bahawa jin itu memberitahunya bahawa mereka berada di otak manusia.


PERLINDUNGAN TERHADAP GANGGUAN.


  1. Sentiasa berzikir dan bertaqarrub kepada Allah dengan memperbanyakkan istighfar. Ini adalah kerana apabila seseorang semakin bertambah dekat dengan Allah maka syaitan akan semakin menjauinya.
  2. Mengucapkan "Bismillah" pada setiap kesempatan, iaitu ketika :-
    • Hendak melompat dari tempat yang tinggi.
    • Terjumpa sesuatu di atas tanah.
    • Memasuki tempat yang menakutkan seperti tempat yang gelap, sunyi dan kosong.
  3. Berzikir kepada Allah pada waktu-waktu tertentu. Seperti pada waktu pagi, petang ataupun pada waktu makan.
  4. Tidak membunuh ular yang bersada di dalam rumah kecuali telah memohon kepada Allah agar ia keluar dari rumah.
  5. Tidak mendengar nyanyian ataupun seruling yang dapat mengundang syaitan dan menimbulkan perbuatan zina. Yakni, nyanyian yang dapat merangsang nafsu seseorang.
  6. Tidak memandang wanita atau lelaki dengan penuh nafsu dan juga tidak berdua-duaan dengan wanita atau lelaki yang bukan muhrimnya.
  7. Jangan tinggal di rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni orang, di kawasan perkuburan dan tempat-tempat kotor lainnya. Jangan menunaikan solat sewaktu matahari terbit dan terbenam.
  8. Jangan membuang air kencil merata-rata atau di lubang binatang.
  9. Jangan sekali-kali menyeksa dan menyakiti anjing atau kucing.
  10. Hindarkan dari melakukan perbuatan maksiat. Perbuatan maksiat itu adalah senjata ampuh bagi syaitan.

Simptom-simptom terkena gangguan jin, sihir dan saka

Sila semak simptom di bawah, adakah anda mempunyai lebih dari 3 simptom???

1) Sakit kepala selepas waktu asar keatas.
2) Badan terasa berat dan malas.
3) Sukar mendapat jodoh.
4) Badan terasa bisa-bisa.
5) Sakit ketika ziarah orang meninggal.
6) Sukar tidur malam.
7) Sakit pinggang atau bahagian tulang belakang atau tulang punggug tanpa sebab.
8) Sakit dada bila waktu asar keatas.
9) Mimpi melihat binatang seperti ular dan sebagainya.
10) Bermimpi bayi atau menyusukan bayi.
11) Bermimpi di tempat tinggi.
12) Bermimpi di tempat yang kotor.
13) Sakit anggota badan tertentu seperti kaki selepas waktu asar.
14) Ada terasa benda bergerak dibawah kulit.
15) Bayi kerap menangis.
16) Bunyi guli jatuh diatas syiling.
17) Suami isteri kerap bertengkar walau perkara kecil.
18) Sayang melampau-lampau pada orang yang baru dikenali.
19) Malas beribadat.
20) Nyanyuk ketika usia lanjut.
21) Panas baran.
22) Sikap berubah secara mendadak.
23) Gelisah dan panas ditengkuk bila dengar al-quran.
24) Suka melakukan tabiat buruk.
25) Kerap sendawa bila mendengar al-quran.
26) Kerap keguguran.
27) Gagal melakukan hubungan kelamin.
28) Mengantuk bila dengar al-quran.
29) Bermimpi seram yang menakutkan.
30) Darah haid turun lebih 15 hari.
31) Batuk yang berpanjangan.
32) Selalu ditindih ketika tidur.
33) Kuat berangan.
34) Terlalu rasa rendah diri dan tidak berkeyakinan.
35) Nafsu seksual yang melampau.
36) Selalu melihat kelibat dirumah.
37) Terasa diri selalu diperhatikan.
38) Mandul.
39) Kerap mendengar sesuatu bisikan.
40) Melihat jin secara terus.
41) Sakit mental atau gila.

Wednesday

di mana silapnya


hari ini

hati masih sedih

jiwa hilang entah ke mana

semangat menjadi abu
sayu bercampu baur
kerana dipaksa redho atas segala ketentuan
hanya doa kudus penuh keikhlasan

yang mampu ku kumpul dan ku panjatkan
agar segala pilihan yang telah diucapkan
akan berubah kembali
sebagai yang selamanya hati pertaruhkan.
biarlah sejuta kesedihan itu karam
bersama sekeping hati yang tegar
yang akan terus kekal menjadi tugu disini.
mempertahankan kehancuran sebuah percintaan.
agar runtuhannya akan terbina kembali
menjadi sebuah kota yang agung

hari ini

marilah kita mulakan semula
jejak-jejak silam pertemuan tak terduga itu
yang menjadi rentetan perjalanan kenangan
yang sukar kulupakan setiap liku-likunya
sehingga kita bersama sampai dinoktah ini
memisahkan dua hati

yang selamanya payah ku terima

kerana hatiku tidak pernah inginkan ini

melepaskan hati itu yang selamanya dalam hatiku

yang kini ku pasrah merelakan terpisah jua

hari ini

marilah kita mulakan semula
mencari dimanakah silapnya segala punca
yang merobek duka mengoyak sengsara
pada sekeping hati yang semakin pasrah
semoga kita kembali ke asalnya
kembali ke asal pencarian

mengesan jejak-jejak keturunan silam

antara megat dan wan

keturunan yang menjadi tuan

keturunan yang bukan hamba orang

hari ini

mengapakah setelah bersama ditemui

asal keturunan yang kita sama cari

kita terpisah dari bersatu hati

sungguh mahal erti pencarian ini

terpaksa dibayar dengan sebuah perpisahan

yang tidak pernah terduga oleh hati

semoga doa yang ada ini

akan menyambungkan semula

dua hati yang akan mewarisi

pertalian darah keturunan ini.

Sunday

Bila Hatiku Membisik Sendu

pada dinihari ini

hatiku menjadi sayu kembali

air mataku tetiba terus menderu

sedih dan pedih terus bercampur-baur

ku terasa diriku begitu jauh terasing

dalam mencari sebuah percintaan sejati

merayu pada seorang kekasih

mengharap cinta teranyam kembali

cinta yang terus mekar di hatiku sejak dulu

yang putihnya bak salju

yang turunnya memutih di kamar hatiku

tetapi cintaku rupanya tak diterima di mana-mana

hancurnya hati lelakiku ini

kerana cinta yang terbina ini kian tersisih

dari hati seorang kekasih yang amat ku sayang

yang ingin pergi dari cintaku

meninggalkan berjuta rindu yang pedih

kutahu siapalah diriku

apalah ada pada cinta dan kasihku ini

biar sedalam dan seikhlas manapun

cintaku cumalah cinta suci di angin lalu

yang sampai masanya ditiup pergi

hilang terus dari hati seorang kekasih

kerana aku cumalah insan tak punya apa-apa

tak pernah tahu diri

kerana ku sedar diriku hanyalah seekor lalat hina

yang hadirnya tak diperlu di mana-mana

kenapalah begini nasibku

setelah sekian lama aku menyinta

dan sekian lama merasa dicinta

tetapi rupanya cintaku tak bernilai

tiada berharga langsung padanya

alangkah hancur luluh hatiku ini

pedihnya jadi begini

mengapa tak dicabut sahaja rohku

agar pergi dari jasadku ini

kerana sudah pastinya aku merana sekali

bertahun kusemaikan percintaan ini

dari sebuah pertemuan yang tak terduga

terus mekar di jambangan maya ini

tapi sekelip mata hancur begini

bersalah apakah aku padamu

berdosakah aku padamu

kerana cintaku disingkirkan begini

cintaku yang lahir dari seluruh jiwaku

akan terbiar kering dan layu

pada dinihari ini

air mataku terus menderu

mengenangkan hari esok yang pedih

esok yang entah bagaimana lagi

esok yang kejam pada hatiku

sedih dan hancur luluhnya jiwaku

kerana cinta, kasih dan sayangku tak bernilai pun

tiada harga apa-apa

tiada harapan untuk ku selamatkan

kisah cintaku yang lama kusemaikan

ku bajai dengan sejuta kejujuran

ku sirami dengan sejuta kesetiaan

tapi kini layu juga dihatiku yang sendu.

pada dinihari ini

terbuka.pintu mimpiku yang waktunya tak menentu.
kadangkala keliru dan putus asa.
biarkanlah ku menahan sebak di hati

sendu di jiwa yang semakin tegar

kerana aku kini sudah tidak bererti lagi

hatiku sudah tiada apa-apa lagi

yang tinggal cumalah kehancuran

dari sebuah tugu percintaan