Tuesday

andai pernah tercipta
gerbang bahgia seketika
harapan kini kan setia
bahgia kembali bersama
biar perih menahan hiba
biar pedih menahan luka
namun bahgia masih ada

saat terpatri janji bersama

berkasih memadu impian
cita mengharap rembulan
disisi menemani malam suram
biarpun ada kerlipan bintang
gemerlap cahya memancar
namun setia kasih padanya

menyintaimu....
~♥ Bunga Lavender ♥~

Monday

TUNANG JANJI

Kusedari dari dulu,
Menyintaimu sebuah pengorbanan
merindukanmu
sebuah perjuangan
dan melupakanmu
Itu kemustahilan.


Dari itulah aku tak lagi meragukan untuk memilihmu!
Tak akan lagi ku tanyakan tentang kesetiaanmu!
Kutunangi cinta padamu dengan janjiku
Kan tetap kusayangi dikau sampai akhir hayatku.
biarkan saja pintu hati ini tetap terbuka untukmu,

Hingga akhir waktu menutup buku
Untuk cinta,
Untuk kasih
dan biarkan tuhan yang akan memperhitungkan cintaku
ku telah bisa merelakan semua apa yang jadi keputusanmu,
bila memang itu bahagiamu

Tiap waktu

disaat terik dan hujan saja

aku yang akan mengkhuatirkanmu!

adakah atap yang teduh untukmu?

di saat perjalananmu

aku yang akan mengkhuatirkanmu!

adakah selamat sampai tempat dituju
berbahagialah... sayang

sebelum aku bahagia!
itu pangkal dari tujuan hidupku
biar ku sempurnakan
mimpiku bersama janji yang kutunangkan untukmu

kerana janjiku

tetap selamanya

cintaku

ku abadikan untukmu

sampai hujung nyawaku.

segala pengorbananku

itu petanda yang seharusnya kau tahu

bertapa dalamnya cinta ini padamu.

pabila diri ini menjadi kaku nanti

di saat itu akan tiada lagi aku

yang saban hari tanpa jemu

merinduimu

menanyakan mu

merisaukan tentangmu

merintih sedih keranamu

mengharapkan mu

agar ada

walau sedikit saja

rasa cinta padaku

kerana aku benar-benar

sayang amat pada dirimu.

Sepi merasuki tubuhku
Yang sedang lemah di landa rindu
Akan hadirnya dirimu
Yang terngiang di fikiranku
Tak bisa ku lupakan walau untuk sejenak...
Hasrat ingin bertemu mengalir di nadiku
Menyumbat aliran darah dalam tubuh ini
Hingga ku tak bisa berfikir lain
Selain dirimu . . .

Ku titipkan salam rinduku pada angin malam ini
Ku terima salam balik dari dingin yang ku rasa
Ku hirup udara malam bercampur bumbu kerinduan
Hanya barisan puisi mewakili, setiap rinduku padamu seorang

Friday

SERUAN HATIKU..

dengarkan seruan hatiku...
yang memanggil namamu...
sejenak mataku terpejam...
terlintas bayanganmu...
jiwa ini...menginginkan dirimu...
wahai sayang...
pejamkan matamu...
raihlah jemari cintaku...
dakaplah dalam pelukan bahagia...
beradu dalam tautan rindu...
raga ini mengharapkan hadhirmu...
senandungkan cinta dipersada hati yang membiru..
kerna cinta ini telah menjadi milikmu...
selamanya..

Tuesday

senja yang menyingkap kisah...
dari tabir kenangan yang sudah..
terkisah diri dalam sejarah...
kisah kasih yang kian parah...

di lubuk hati yang sunyi...
aku terus berdiri mencari..
geloranya kasihmu yang pergi...
sepi tiada berlagu lagi...

berdiri ditebing janji...
yang telah engkau mungkiri...
setelah jauh dirimu pergi..
meninggalkan aku yang berdiri sepi...

jiwaku melayang...
dibawa angin mencarimu sayang...
hilang kau dari pandang...
namun tetapku setia untukmu sorang...

senja ini di pelabuhan ini...
kuukir terus namamu dihati...
janji terus aku patri...
takkan aku berlalu pergi...
SEMERAH SENJA

cinta semerah senja...
berpayung kasih takut gerimis duka menitis...
dari dada- dada nista yang bermaharajalela...
hangat asmara membakar jiwa...
termanggu mencari kata-kata...
melempiaskan rindu di wajah mega..
inginku daki kakinya senja...
membelah dada maya yang mendera...
managgung rindu menongkah setia...
semilir bayu yang berhembus bak sutera...
lemah gemalai bagai penari..
mempersembahkan salam...
bercinta sakti...
dari jendela hatiku yang sunyi..
semusim berlalu tanpa ketukan cinta..
dari sesingkat waktu perkenalan itu..
ia terbuka dan mula bercerita..
kisahnya adalah cinta..
tentang kasih yang menguntumkan bunga..
tentang resah yang mendera..
tentang rindu yang bergelora..
hadir dikau bagaikan sebuah lagu..
ada lirik dan ada irama..
menawan kalbu merasuk rasa...
oh...dikaulah sang belahan jiwa..
lirikanmu mempesona...mendamaikan rasa..
dikaulah penjaga lenaku..
menghadirkan mimipi indah..
menghangatkan kamar hatiku...
dengan sinaran kasih yang kau limpahkan..
menyelinap dari celahan jendela hatiku...
kini..
dari jendela hati yang telah berirama..
inginku gubah sebuah melodi kita..
hanya untuk kita berdua..
dan gubahannya ilham dari dikau..
kerna dirimu melodi hatiku..
sang pengetuk jendela jiwa..
dan aku pencintamu yang setia...
kutulis surat cinta ini..
saat sepi mencengkam diri..
saat semuanya telah berlalu pergi..
terasing aku dalam duniaku sendiri..
kini..inginku kirimkan surat ini..
yang telah lama ku contengnya dengan cinta..
rindu dan sayang yang tidak bertuan..
awalnya aku umpama perahu kecil..
yang terdampar ditengah lautan yang bergelora..
hanyut dibawa arus samudra cinta..
menyinggahi pulau yang hanya sekepal tanah cuma..
dan kini...setelah berkurun ku tersesat jauh..
ditengah pulau yang hanya nyata kosong...
akhirnya aku mampu keluar darinya..
mengharungi semula gelombang samudra kehidupan...
dan cinta ku kini sudah bertuan...
jalinan hari semakin bersatu..
hati semakin resah mengikat janji..
debaran yang tak mungkin berhenti...
benarkah jalan yang dilalui
atau ia satu lagi ujian buat diri..
andai janji telah tersimpul rapi...
nanti sukar diurai lagi..
tafakur..istiharah..tahajjud..
mohon penentu arah..
awal akhir diri beserah..
pada azali yang tertulis sudah..
mohon dikuatkan langkah..
kukuhkan hati agar janji tak termungkir lagi..
lenyap kan sangsi dari dalam diri..
harap berakhir sudah perjalanan diri..
dalam mencari cinta yang direstui..
pelengkap hamba seorang insani..
titis titis tangis..
dari dataran hati yang lara..
jatuh menjadi rintik memori..
lalu bertamu dilautan duka..
lantas kering disejat mentari masa..
jauh membawa cerita cinta kita..
sepi aku dalam hutan gelita..
menyongsong hari mengadah derita...

suaramu kesuma kalbu..
masih hangat dalam dakapan memoriku..
mengalun rindu..
teradun dalam bahasa indah nian..
inginku syair katamu..
inginku karangkan janjimu..
inginku lukiskan tawamu..
menjadi hiasan hidupku..

namun sapalah aku..
hanya seorang sang perindu..
hadhirku tak diperlu..